Minggu, 17 November 2013

DRABBLE - FanFiction- "Paradise Way"

Sebelumnya udah pernah di share di Fb. Iseng aja pengen nge share di blog. Soalnya bingung mau di apain blognya. ^^ Happy reading guys!

¤by. Queenshiee¤

Go Mi Rae >< Xi Lu Han


Riakan air laut yang mengisi relung-relung dangkal kerak bumi seolah menyalurkan kekuatannya menuju daratan yang mencuat. Membuat tubuhku tergoyang mengikuti tarian gelombang laut yang bergesekan dengan sisi-sisi kapal yang kutumpangi. Kapal yang sedang singgah ini diam, tak bergerak. Rencananya ia akan melanjutkan ekspedisinya esok hari. Kapal penumpang ini memang biasa singgah di Pulau Jeju dua kali seminggu. Dan ini kedua kalinya diminggu ini. 'Paradise Way' itulah yang tercantum pada bahtera sisi kapal ini. Memang agak konyol, namun jika diperhatikan maknanya sangat logis. Kapal ini ibarat jalan penghubung menuju Surga, Pulau Jeju.

Aku memposisikan diriku di haluan kapal. Tepat di sudutnya. Suasana malam ini tampak sepi. Hanya ada sang Dewi Malam, berlian langit, dan riak asin air laut yang menemani malamku. Aku memegang pagar pembatas kapal itu erat agar tak kehilangan keseimbangan. Surai hitam panjangku kubiarkan terurai terhembus angin darat. Angin yang membawa pikiranku melayang mengenang kepergianmu. Dua bulan sudah kutahan rasa rinduku ini. Dan saat ini, bulan yang merekah sempurna di bulan ketiga. Tahukah kau artinya? Artinya rinduku sudah membuncah dan tak sanggup kuhadapi lagi kebuasannya.

Aku menunggumu. Tapi kau tak pernah datang. Aku mencoba bersabar. Tapi kau tetap tak kunjung hadir. Lalu aku harus bagaimana mengatasinya? Apa perlu aku menunggu lagi?

Berbagai spekulasi datang membayangi otakku. Oppa masih setia padaku, bukan? Seperti yang selalu oppa katakan di atas kapal Paradise Way ini, "Aku selalu mencintaimu, Mirae." Hanya kalimat itu yang membuatku sanggup bertahan dan bersabar.

Aku tersenyum meneguhkan hatiku. Aku akan menunggumu lagi. Di atas Paradise Way seperti yang kau janjikan. Aku menunggu rengkuhan hangatmu yang akan membuatku membatu. Perlahan, aku melepas peganganku. Lalu merentangkan lenganku melawan angin malam. Kupejamkan manikku. Merasakan setiap hembusan yang menelisik setiap inci tubuhku yang hanya dibalut sweater berwarna coklat manis pemberianmu yang dipadu dark jeans yang kusuka. Aku gagal, cairan yang sedaritadi kubendung akhirnya meluncur bebas melewati ekor mataku. Semakin lama semakin deras. Kecewa. Itu yang kurasakan sekarang. Dua bulan hanya penantian yang sia-sia yang tak kan pernah berujung jika aku tetap menunggumu, oppa. Sungguh, kabar burung itu tak pernah kupercayai. Tapi saat itu memang benar terjadi, bagaimana mungkin aku membalikkan fakta.

Kau meninggalkanku begitu cepat. Aku sebatangkara yang telah mendapat pasangan dan kemudian berakhir dengan kesendirian lagi. Aku bukan orang yang mudah tegar, oppa. I'm nothing without you.

Tangisanku semakin menjadi ketika tak kudapatkan rengkuhan hangatmu. Kau benar-benar telah pergi. Aku melangkahkan kakiku menaiki pagar pembatas itu. Pikiran warasku seakan hilang saat lautan di hadapanku terbentang tanpa batas. Hitam kelam sejauh mata memandang. Hanya ada sebuah titik terang yang kulihat di timur-ku, mercusuar yang meliuk-liuk sorot lampunya.

Aku tak bisa tanpamu, oppa. Aku akan menyusulmu menuju surga. Sama sepertimu, aku akan mengakhirinya di genangan air asin ini. Terimakasih, sudah mengingatku dan membagi cintamu padaku. Andai kapal yang membawamu kembali padaku tidak karam, aku pasti sudah hidup bahagia bersamamu.

Aku melangkahkan kakiku. Semakin mendekati ujung kapal. Lalu mulai membungkukkan tubuhku dan tak melawan arah gravitasi bumi ini. Satu kalimat yang kupikirkan, "Nado Saranghae, Luhan oppa."

Paradise Way. Sejarah cinta kita bermula disini dan berakhir disini. Kapal ini menjadi saksi bisu perjalanan cintaku, cintamu, cinta kita yang penuh penantian. Aku berharap kapal ini akan menjadi penghubung aku dan Oppa menuju surga.
Paradise Way.
.
.
.
END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar